• (0283) 6197673 - 6197503
  • dpu.tegalkab.go.id

Category ArchiveProduk Layanan

SOP PENGELOLAAN LABORATORIUM KONSTRUKSI DPU KAB. TEGAL

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENGELOLAAN LABORATORIUM KONSTRUKSI

 

Dalam pengujian laboraturium ada beberapa tata cara yang harus dilalui oleh pengguna Jasa yaitu Pengguna jasa mengajukan permohonan pengujian dengan membuat surat permohonan pengujian / pemeriksaan. Petugas penerima  surat kemudian meregitrasi permohonan pengujian pada buku uji dan menerima contoh uji. Kemudian surat tersebut diserahkan kepada koordinator teknis untuk dikaji ulang permintaan pengujian dan merekam diformulir. Koordinator teknis berhak menyetujui atau tidak permintaan pengujian oleh pengguna jasa mempertimbangkan kondisi contoh uji, kesiapan petugas uji, kesiapan peralatan uji dan mempertimbangkan lainnya.

Adapun tata cara melakukan pengujian Kadar Aspal, Tes Beton, Tes Paving, Tes Tanah, Core Drill, dll.

  1. Prosedur Pelaksanaan Tes Kadar Aspal
  • Mengambil sampel di lapangan dengan ukuran 10cm X 10cm, mengacu pada analisa BPJK DPU Kab. Tegal.
  • Menimbang sampel yang ditaruh di cawan dan kertas saringan ekstraksi sebelum melakukan ekstrasi aspal.
  • Mencatat hasil timbangan sampel, kertas saringan ekstraksi di form yang telah disediakan.
  • Meletakan alat centrifuge extractor pada lantai dasar yang keras.
  • Melepaskan pengunci penutup centrifuge extractor lalu memasukan sampel dan bensin sebanyak 500 ml kemudian memasang saringan ekstraksi dan memasang penutup centrifuge ekstractor, serta menguncinya.
  • Memutar alat centrifuge ekstractor dan mengulanginya 3 sampai 4 kali hingga bersih atau jenuh.
  • Setelah selesai lalu dikeluarkan dari alat centrifuge ditaruh ke cawan dan dimasukan ke mesin oven.
  • Setelah kering dari mesin oven, lalu ditimbang beserta cawan.
  • Mencatat kembali hasil timbangan setelah melalui mengeringan di oven.

2 Prosedur Pelaksanaan Tes Beton

  • Ambil benda uji yang akan ditentukan kekuatan tekanan, kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel dengan kain. Benda uji dapat menggunakan bentuk kubus ukuran 15cm x 15cm atau silinder diameter 15cm dengan tinggi 30 cm.
  • Tentukan berat dan ukuran benda uji dan dicatat di form yang telah di sediakan.
  • Letakkan benda uji pada mesin secara sentries, sesuai dengan tempat yang tepat pada mesinn tes kuat tekan beton.
  • Jalankan benda uji atau mesin tekan dengan penambahan beban konstan berdasar 2 sampai 4 kg/cm2 perdetik.
  • Catat setiap berat beban yang ditambahkan serta reaksi yang ditimbulkan pada paving block hasil kekuatan maksimal ke form yang telah disediakan.
  • Pengujian kuat tekan beton ini dilakukan pada saat beton berumur 3,7,14 dan 28 hari.

3. Prosedur Pelaksanaan Tes Paving

  • Ambil benda uji yang akan ditentukan kekuatan tekanan, kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel dengan kain. Benda uji dapat menggunakan bentuk paving segi empat dan segi enam.
  • Tentukan berat dan ukuran benda uji dan di cacat yang telah disediakan.
  • Letakkan benda uji pada mesin secara sentries, sesuai dengan tempat yang tepat pada mesin tes kuat tekan paving.
  • Jalankan benda uji atau mesin tekan dengan penambahan beban konstan berdasar 2 sampai 4 kg/cm2 perdetik.
  • Catat setiap berat beban yang ditambahkan serta reaksi yang ditimbulkan pada paving block hasil kekuatan maksimal ke form yang telah disediakan.
  • Pengujian kuat tekan beton ini dilakukan pada saat beton berumur 3,7,14 dan 28 hari.

 4. Prosedur Pelaksanaan Tes Tanah ( DCP )

  • Pilih titik yang akan di tes DCP.
  • Alat diletakkan pada permukaan sub grade.
  • Periksa jenis bahan dan kondisi setiap lapisan tanah .
  • Pasang peralatan DCP dan pastikan alat siap dioperasional.
  • Dirikan peralatan pada kedudukan vertical terhadap kedudukan untuk memulai pengujian.
  • Satu orang mengoperasikan penetrometer mengangkat palu dan perlahan – lahan sampai mencapai bagian atas pemukul pegangaan ( handel ) lalu membuarkan palu jatuh dengan bebas sedemikian sehingga memukul landasan dan pastikan bahwa penetrometer dalam posisi vertical.
  • Catat setiap penetrasi diukur untuk setiap pukulan sampai max 40 pukulan.

 5. Prosedur Pengujian Tes Hammer

  • Siapkan tempat atau media yang akan di uji atau di tembak.
  • Letakkan ujung plunger yang terdapat pada ujung alat hammer test pada titik yang akan ditembak dengan memengang hammer dengan arah tegak lurus atau miring bidang permukan beton yang akan di test.
  • Pluger di tekan secara pelahan – lahan pada titik tembak dengan tetap menjaga kestabilan arah dari alat hammer. Pada saat ujung pluger akan lenyap masuk kesarangnya akan terjadi tembakan oleh pluger terhadap beton,dan tekan tombol yang terdapat dekat pangkal hammer.
  • Lakukan pengetesan terhadap masing – masing titik tembak yang telah ditetapkan semula dengan cara yang sama.
  • Catat Hasil tembakan ke form yang telah disedikan.

6. Pelaksanaan Test Coredrill Jalan

  • Alat diletakkan pada lapisan Aspal dalam posisi datar.
  • Sediakan air secukupnya kemudian masukan air ke dalam alat coredrill melalui selang yang telah tersedia di alat tersebut.
  • Lalu hidupakan mesin coredrill
  • Setelah mesin dihidupkan, mata bor diturunkan secara perlahan pada titik yang diturunkan secara perlahan pada titik yang ditentukan sampai kedalam tertentu. Jika telah ditentukan sampai kedalam tertentu mesin dimatikan dan mata bor dinaikan kembali.
  • Hasil pengeboran diambil dengan menggunakan alat alat penjepit. Untuk diukur ketebalan dengan jangka sorong.
  • Lalu foto pengujian untuk dokumtasi dan hasil pengukuran tersebut dicatat untuk dihtung rata – ratanya.

Setelah petugas uji melaksanakan pengujian terhadap contoh uji yang telah dibawa oleh pengguna jasa , staf administrasi menetapkan besarnya restribusi yang harus dibayar pengguna jasa sesuai dengan jenis dan jumlah contoh uji yang telah ditetapkan staf administrasi dan membuat tanda bukti pembayaran. Untuk besarnya administrasi uji Ekstraksi aspal per sampel Rp. 35.000,- sedangkan uji beton / paving per contoh Rp. 13.000,-, test coredrill sebesar Rp. 50.000,- , test hammer per titik Rp. 2.000,-. Sedangkan untuk sewa alat stamper Rp. 150.000 per hari, sewa cetak alat kubus beton per unit 15.000,- , sewa jack hammer Rp. 150.000,-.

Pengguna jasa membayar restribusi pengujian sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan oleh staf administrasi dan menyimpan tanda bukti pembayaran. Kemudian koordinator teknis memperintakan petugas uji ( penyedia dan teknisi ) untuk melaksanakan pengujian sesuai dengan standar / Instruksi kerja yang berlaku. Hasil pengujian dicatat dalam Form book masing – masing kemudian dianalisa serta dievaluasi sesuai standar / instruksi kerja yang tercantum dalam lembar pengujian.

Petugas uji kemudian menyerahkan hasil uji kepada koordinator teknis dan setelah dianalisa dilanjutkan ke bagian administrasi. Staf administrasi melakukan pengetikan hasil uji yang disahkan oleh Tim Pengelola Laboratorium Konstruksi.

 

KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM

KABUPATEN TEGAL

                       TTD

  Ir. HERY SUHARTONO, MM